Endorsement Judi di Media Sosial, Bagaimana Hukumnya


Endorsement Judi di Media Sosial, Bagaimana Hukumnya – Media sosial adalah makanan sehari-hari yang sudah tidak bisa dipisahkan. Dari masing-masing orang bahkan bisa memiliki beberapa akun sekaligus dengan berbagai alasan. 

Dengan tujuan berbagi kisah melalui foto, video atau cerita, media sosial juga menjadi sasaran empuk untuk ajang berpromosi. Bagi mereka yang ingin berjualan atau berbisnis, sudah bukan rahasia lagi, bahwa media sosial adalah wadah yang tepat. 

Tidak sedikit di antara penggunanya juga mencari pekerjaan dengan menjadikan akun dan dirinya sebagai tempat untuk berpromosi atau endorsement. Bahkan tidak sedikit yang memberikan penawaran gratis atas produk yang diiklankan olehnya. Begitu juga dengan judi bola yang kembali marak dan menggunakan jasa para endorsement untuk menayangkan iklannya. 

Menariknya, mereka bukanlah siapa-siapa, bahkan hanya ibu rumah tangga yang diketahui memiliki banyak follower dari hasil membelinya. Dari tayangan video yang diberikan pemberi iklan, para endorsement ini biasanya akan diberikan bayaran. Sayangnya, jumlahnya tidak seberapa bila dibandingkan dengan hukuman yang akan mereka dapatkan. 

Larangan Taruhan Bola

Taruhan atau judi bola sama halnya dengan jenis judi manapun dan di Indonesia, semua yang diketahui melakukan, menerima ajakan, atau hanya sekadar menyediakan tempat pun, bisa terkena sanksi pidana. 

Larangan taruhan bola online atau judi qqslot lainnya, juga bisa menjerat pelakunya dengan denda sebesar satu mliar rupiah. Tidak hanya itu, sebetulnya hukuman moral akan terasa jauh lebih besar, sehingga kemungkinan ia dikucilkan oleh masyarakat sekitar pun bisa saja terjadi. 

Aturan judi online sendiri sudah diatur dalam Pasal 27 ayat (2) terkait UU ITE, yang kemudian diperbarui di UU 19 tahun 2016, yang isinya, setiap orang yang sengaja dan tanpa hak mendistribusikan, mentransmisikan, dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi atau Dokumen Eletronik, yang memiliki muatan perjudian. Akan mendapatkankan ancaman hukuman yang diatur pada Pasal 45 (ayat) 2 UU 19 tahun 2016 tersebut. 

Pada pasal tersebutlah diketahui besaran jumlah yang telah disebut di atas dan jumlah lamanya hukuman pidana penjara. Ada pun alat bukti elektronik yang dianggap sah dan bisa menyeret pelaku perjudian sampai di meja sidang adalah berdasarkan Informasi Eletronik dan Dokumen Eletronik, juga hasil cetak dari keduanya. 

Hukuman Bagi yang Menayangkan Iklan Judi

Kemudian bagaimana hukumnya dengan mereka yang menjadi endorsement iklan judi atau taruhan bola online? Apakah mereka juga akan dijerat hal yang sama dengan isi Pasal di atas? 

Endorsement adalah bentuk promosi yang akan digunakan untuk memengaruhi orang banyak dalam hal ini followers-nya. Itu artinya, meskipun mereka tidak bermain judi namun karena tayangan iklan yang mungkin saja tidak ia buat sendiri pun bisa mengakibatkan hal buruk bagi orang lain. 

Jadi setiap konten, baik yang berhubungan langsung atau pun tidak dengan perjudian, tetap masuk ke dalam hukum pidana. Itu artinya pada endorsement yang menayangkan iklan judi pun bisa dijerat dengan Pasal 27 ayat (2) tadi. 

Apa Tindakan dari Media Sosial 

Bagi para endorsement yang menggunakan Instagram sebagai alat untuk mempromosikan judi, bisa jadi akunnya akan diblokir langsung oleh pihak Instagram. Karena seperti yang telah diuraikan pada ketentuan pengguna, bahwa siapa pun dilarang melakukan pelanggaran hukum, menyesatkan, menipu, atau pun melakukan perbuatan untuk tujuan ilegal, dan dilarang. 

Karenanya Instagram pun berhak menghapus konten atau informasi yang disampaikan pada akun endorse tersebut. Kemudian jika diketahui pemilik akun ini memposting iklan taruhan bola online serupa berkali-kali, Instragam berhal untuk menonaktifkan hingga menghapus akun Anda secara permanen. 

Tidak sampai disitu bahkan pelaku endorse ini bisa dijerat hukuman apabila ada yang melaporkannya, Bahkan bagi yang ingin mengadukannya bisa langsung mengakses ke laman aduan konten, milik Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. 

Dampak menjadi Endorse Judi Online

Kini Anda sudah paham, bahwa dengan mengiklankan judi yang sebetulnya sama sekali tidak Anda mainkan sekalipun, Anda bisa dijerat hukum pidana. Jadi sebelum ini terjadi, segera hapus iklan tersebut dan bersihkan nama akun dari iklan-iklan atau tayangan serupa. 

Tolak apa pun iming-iming yang ditawarkan oleh penyedia layanan judi online tersebut. Karena meskipun Anda bisa mendapatkan uang yang sangat banyak jumlahnya, namun Anda juga harus bersiap dengan risiko yang harus Anda hadapi. 

Belum lagi bila bicara mengenai nama baik. Gara-gara iklan taruhan bola online, bisa jadi reputasi baik Anda hancur karena iklan yang tayang sesaat di akun Anda. Kehilangan follower, dicemooh netizen kemungkinan bisa Anda dapatkan. 

Kerugian Anda pun semakin berlipat dan tidak bisa dipungkir, bisa saja menbawa Anda menjadi depresi, hingga akhirnya begitu dengan keinginan bunuh diri karena merasa malu, terbebani, dan lain sebagainya. 

Memilih bijak memilih tawaran pekerjaan tentu tidak ada salahnya. Meskipun mungkin Anda tidak akan mendapatkan bayaran setinggi tayangan judi, namun uang yang Anda dapat lebih berkah dan kelak tidak akan menyulitkan Anda di masa mendatang. 

Media sosial meskipun di dunia maya, menjadi gambaran bagi pribadi Anda. Baik atau buruknya Anda akan tercermin dengan mudah di media sosial dan tayangan yang Anda sebarkan. Meskipun pada akhirnya semua keputusan kembali ke pada Anda, namun tidak ada salahnya memikirkan kembali setiap langkah yang akan Anda ambil. 

Nah itu dia, hukuman bagi para penerima atau endorsement taruhan bola online atau judi lainnya. Jangan sampai Anda kehilangan masa depan hanya karena berani menerima tantangan untuk menayangkan perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum ini.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *