Dasar Aturan Larangan Judi Dalam Agama Islam


Dasar Aturan Larangan Judi Dalam Agama Islam – Peraturan mengenai larangan permainan judi dalam islam sudah ditetapkan sejak zaman Rasulullah masih hidup. Hukum terlarangnya permainan judi online dalam islam dikeluarkan hampir bersamaan dengan ditetapkannya hukum terlarangnya minum minuman yang memabukkan. Jadi, kedua hukum ini keluar atau ditetapkan dalam kurun waktu yang tidak berselang cukup lama. 

Terdapat banyak sekali aturan atau dasar yang menjelaskan bahwa judi itu diharamkan dalam agama Islam, tapi tetap saja masih banyak umat Islam yang melanggar dan tidak memperhatikan dalil-dalil yang sudah ada. Bahkan banyak di antara mereka tidak tahu mana ayat yang mengatur dan berisi keterangan haramnya permainan judi. Oleh karena itu, berikut ini merupakan beberapa ketentuan islam yang mengatur perjudian, beserta ancaman yang diberikan bagi seorang penjudi.

Hal yang Menjadikan Judi Menjadi Terlarang dalam Agama Islam

Poin pertama yang menyebabkan permainan judi menjadi terlarang menurut agama islam adalah dikarenakan menyebabkan banyak sekali kerugian bagi para pemainnya. Oleh karenanya, Allah tidak menginginkan hamba-Nya terjerumus ke dalam perbuatan tersebut dan mendapatkan kerugian, sehingga menurunkan wahyu atau ayat kepada Rasulullah SAW yang mana berisi tentang aturan larangan judi dalam agama islam.

Kerugian yang akan didapatkan oleh para pemain judi bukan hanya dalam hal materi saja, akan tetapi dalam berbagai macam hal, seperti kerugian yang akan didapatkan masyarakat sekitar ketika sebuah permainan perjudian berakhir dengan berbagai macam permusuhan dan kerusuhan di lingkungan sekitar. Hal tersebut bisa Anda lihat dan bisa Anda buktikan, jika permainan judi lebih sering berakhir dengan perasaan tidak terima atas kekalahan dan menimbulkan kericuhan.

Selain itu, kerugian utama yang akan diterima oleh para pemain judi adalah kerugian secara finansial atau keuangan, yang mana dikarenakan permainan taruhan merupakan perundian nasib yang tidak bisa ditebak kemenangannya. Oleh karenanya, presentase atau peluang untuk memperoleh kemenangan tidak bisa ditentukan, padahal para pemain harus rela kehilangan uangnya untuk dipasangkan di meja taruhan.

Aturan larangan judi dalam agama islam juga menegaskan, bahwa uang yang dibelanjakan kepada hal yang bukan seharusnya disia-siakan atau dihambur-hamburkan. Yang mana merupakan salah satu tindakan memubadzirkan, sedangkan tindakan memubadzirkan sesuatu merupakan salah satu tindakan setan yang terkutuk. Sedangkan, semua perbuatan setan mendapatkan ancaman dari Allah swt berupa siksaan yang pedih di neraka kelak.

Jika dipikir-pikir, uang akan Anda gunakan untuk bertaruh dalam permainan judi, lebih bail dibelanjakan kepada hal yang lebih bermanfaat bagi Anda, misalnya untuk membeli keperluan sehari-hari. Selain itu, ketika uang yang Anda miliki digunakan untuk berjudi, sedangkan pada akhirnya Anda harus pulang dengan tangan kosong, maka otomatis Anda bisa disebut sebagai orang yang rela kelaparan demi bermain judi.

Selanjutnya, jika ditimbang kembali, untuk mengikuti taruhan dalam permainan judi, Anda harus berpikir dengan konsentrasi penuh untuk menyusun angka yang akan Anda ajukan di meja taruhan nanti, sedangkan waktu tersebut bisa Anda gunakan untuk memikirkan hal yang lain yang lebih bermanfaat. Maka, dari sini bisa Anda tarik garis kesimpulan jika Anda hanya akan mendapatkan kerugian dari perjudian, bukan malah keuntungan.

Ketika Anda berhasil menang dalam permainan judi, Anda mungkin akan mendapatkan uang dan Anda merasa untung. Namun, Anda tetap harus mengingat jika uang yang akan Anda peroleh tersebut tidak memiliki label halal, yang tentunya sangat tidak dibenarkan dalam agama islam. Sedangkan uang haram yang akan Anda belanjakan tersebut tidak akan bisa hilang dari dari diri Anda, apalagi jika uang tersebut Anda gunakan untuk membeli makanan.

Makanan yang nantinya dicerna oleh tubuh Anda merupakan makanan yang dibeli dengan uang berlabel haram, maka makanan tersebut secara otimatis akan menjadi haram. Sedangkan ketika Anda tetap saja tidak peduli, makanan tersebut akan menjadi daging dalam diri Anda, sehingga dalam bagian tubuh Anda terdapat keharaman yang telah mendarah daging. Karenanya, Anda benar-benar harus mentaati aturan larangan judi dalam agama islam agar selamat dari siksa.

Ancaman Bagi Para Penjudi

Hidup sebagai seorang penjudi sebenarnya malah lebih rumit, apalagi jika mengingat harus terancam kondisi psikologisnya, dan statusnya dalam tatanan sosial masyarakat nanti. Karenanya, aturan larangan judi dalam agama islam diatur dengan sedemikian jelas, beserta ancaman-ancaman yang diberikan bagi para penjudi yang tetap melakukan judi, padahal merupakan hal yang terlarang.

Ancaman pertama yang diberikan kepada para penjudi adalah akan mendapatkan dosa yang sangat besar, apalagi jika karena permainan judi, seseorang menjadi terseret ke dalam narkoba dan prostitusi. Bayangkan saja, berapa dosa yang akan diterima dan dicatat bagi para pelaku judi yang demikian. Hal tersebut dikarenakan permainan judi sangat rentan menyebabkan seseorang terjerumus ke hal-hal demikian.

Logikanya, ketika seseorang bermain judi, maka orang tersebut menggantungkan nasib hidupnya ke dalam apa yang dipertaruhkan. Ketika seseorang tersebut mengalami kekalahan, maka pemain tersebut akan merasa tertekan dan sudah pasti akan mencari penenang, seperti narkotika maupun minuman keras. Jika sudah kehilangan akalnya, maka pemain tersebut bisa saja terjerumus ke dalam prostitusi dengan mudah.

Selain aturan larangan judi dalam agama islam, ancaman yang tegas juga diberikan kepada para pemain judi, yang mana telah diberikan ancaman masuk neraka. Memang, bagi umat islam yang tidak jera, tidak akan percaya adanya siksa neraka, tapi pada dasarnya, ancaman tersebut merupakan hal nyata.

Aturan larangan judi dalam islam sudahlah sangat tegas dalam mengendalikan perjudian bagi umat islam. Apalagi aturan tersebut disertai dengan ancaman bagi para pemainnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *