4 Kasus yang Menjelaskan Judi Online Dilarang

4 Kasus yang Dapat Menjelaskan Mengapa Judi Online Dilarang – Hingga saat ini, judi atau yang sering disebut dengan betting masih menjadi kegiatan yang marak terjadi di masyarakat. Walaupun mereka tahu bahwa judi memiliki banyak dampak buruk dan menyebabkan kesulitan hidup, tetapi masih saja banyak orang yang tak bisa lepas dari kegiatan tersebut.

Beberapa pelaku judi menjadikan kegiatan tersebut sebagai mata pencaharian atau sarana mencari nafkah. Padahal, ia tahu betul akibat dari permainan judi yang diikutinya. Ada banyak keterangan yang menjelaskan efek atau dampak buruk dari berjudi. Namun, judi seolah menjadi candu yang telah menjerat dan sulit dilepaskan.

Para pelaku judi itu seolah menutup mata atas resiko yang akan dialaminya jika sudah masuk ke dalam jeratan judi. Meskipun berbagai larangan sudah dilakukan di berbagai tempat. Beberapa di antaranya alasan dilarangnya permainan judi yaitu rusaknya moral dan kehilangan harta.

Bukan hanya dua alasan di atas yang menyebabkan judi online dilarang oleh agama dan berbagai kalangan. Judi bisa membuat para pelakunya kehilangan banyak hal dalam hidup, termasuk keluarga atau bahkan keselamatan dirinya sendiri.

Bagi para pemula, mungkin bermain judi memiliki keseruan sendiri karena bisa mengasah kemampuan untuk menebak-nebak permainan. Namun, pada akhirnya keseruan tersebut akan membuat pemain menjadi kecanduan dan sulit lepas dari perjudian.

Selain kecanduan dan kehilangan harta benda, judi juga bisa membuat pola pikir, karakter, dan perilaku para pemainnya jadi berubah. Umumnya, para pelaku judi menjadi orang yang suka bermalas-malasan hingga nekat berbuat kriminal seperti mencuri hanya untuk mendapatkan harta. Harta tersebut juga akan digunakan kembali untuk berjudi. Selain itu, beberapa karakter dan perilaku buruk lainnya juga menempel pada diri para pelaku judi.

Banyaknya jenis permainan judi juga menjadi jalan bagi para pelaku untuk melancarkan aksi berjudinya. Bahkan, saat ini judi juga sudah bisa dilakukan melalui online tanpa harus keluar rumah dan berisiko di grebek pihak berwajib. Para pelaku bisa semakin bebas bermain judi meski judi dilarang walau dalam bentuk online.

Dengan adanya perjudian online Bandarqq tersebut, semakin banyak orang yang bermain judi dan tak bisa lepas dari jeratan perjudian. Judi online menjadi media yang membuat para pelaku melakukan rela melakukan apa saja agar dapat melakukan kegiatan ilegal tersebut.

Ada banyak kejahatan atau tindakan kriminal yang dilakukan para pelaku judi akibat kebiasaan buruknya itu. Kejahatan tersebut merupakan dampak buruk judi dan menjadi salah satu alasan mengapa pemerintah dan agama mana pun melarang judi. Berikut kasus kejahatan yang bisa menjelaskan alasan dilarangnya judi.

Mencuri 10 Ribu Ayam

Di Singapura pada bulan November 2019 silam, ada sebuah perusahaan ayam yang mengalami kerugian lebih dari 30 ribu dolar Singapura, atau setara dengan 300 juta rupiah. Berdasarkan hasil penyelidikan, kerugian yang dialami tersebut disebabkan oleh selisih persediaan ayam perusahaan.

Dari kasus ini kita akan melihat mengapa judi online dilarang. Pasalnya, dua bulan setelah mengusut selisih persediaan ayam perusahaan, pihak berwajib menangkap salah seorang karyawan perusahaan tersebut. Tersangka, yang diketahui bernama Au Yong Seh Eun ditetapkan sebagai pelaku pencurian ayam perusahaan sebanyak 10.576 ekor dan lima box chicken wings.

Pelaku mencuri ayam-ayam tersebut dan menjualnya kembali untuk mendapatkan uang demi bisa membayar hutang akibat judi yang ia lakukan. Pada akhirnya, pelaku harus mendekam di penjara selama 16 bulan dan dicap sebagai penjahat.

Bunuh Diri karena Kalah Judi Online

Judi memiliki daya tarik sendiri bagi para pelaku. Mempertaruhkan sejumlah uang atau harta menjadi syarat permainan ini. Satu kali kemenangan akan membuat pemainnya mengharapkan kemenangan berikutnya dan mempertaruhkan nominal yang lebih besar.

Ketika pemain judi mengalami kekalahan, mereka akan penasaran dengan hasil berikutnya dan akan bermain lagi dengan harapan akan meraih kemenangan. Hal tersebut yang membuat pelaku judi kecanduan. Efek kecanduan inilah yang menjadi salah satu alasan judi online dilarang karena bisa membuat penjudi kehilangan banyak hal, bahkan dirinya sendiri.

Pada bulan Februari 2020 lalu, ditemukan jasad seorang karyawan yang diduga bunuh diri di kamar kosnya. Jenazah tersebut ditemukan tengah memegang ponsel yang sedang menampilkan permainan judi online bernama poker dengan taruhan jutaan rupiah. Satu tangan mayat tersebut memegang sendok yang dililit kabel listrik.

Pihak berwajib juga menemukan riwayat percakapan pelaku bunuh diri dengan temannya yang berisi tentang nominal taruhan judi poker tersebut.

Membunuh Demi Bayar Hutang Judi

Ada banyak motif kejahatan yang dilakukan para pelaku, salah satunya adalah demi membayar hutang akibat judi yang diikutinya. Salah satu kasus yang terjadi yaitu pada pria asal Kabupaten Tulis berusia 25 tahun. Demi membayar hutang judinya, pria tersebut tega membunuh sang nenek untuk mendapatkan perhiasannya.

Lelaki tersebut diketahui telah kalah dalam bermain judi online dan membutuhkan sejumlah besar uang untuk membayar hutang akibat judi tersebut. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan judi online dilarang.

Remaja Mencuri demi Judi Online

Akubat kecanduan judi online, tiga orang remaja nekat merampok minimarket di tempat salah seorang tersangka bekerja. Mereka nekat melakukan perbuatannya buruk itu demi mendapatkan modal agar bisa bermain judi online.

Ketiga tersangka tersebut telah menyusun rencana perampokan minimarket. Salah satu tersangka yang bekerja di sana melaporkan pencurian kepada pemilik. Sayangnya, akibat laporan tersebut, pihak kepolisian justru mencurigai pelaku karena kesalahan pelaku menyimpan uang pendapatan minimarket.

Itulah beberapa kasus yang bisa menjadi contoh nyata mengapa judi online dilarang. Ada banyak kasus lain yang bahkan lebih mengerikan lagi akibat berjudi. Masih ingin bermain judi?